Mahasiswa Unusa dalam generasi Aswaja An-Nahdliyah

 Mahasiswa Unusa dalam generasi Aswaja An-Nahdliyah


Materi II

KH. Reza Ahmad Zahid - Pengasuh Ponpes Lirboyo, Kediri Wakil Ketua PWNU Jatim dan Rektor IAI Tribakti Kediri

Tema: Mahasiswa Unusa dalam generasi Aswaja An-Nahdliyah

Dalam materi kali ini pembicara banyak menjelaskan tentang latar belakang NU. Contohnya seperti

Asal usul Nahdlatul Ulama

Pendirian NU dibentuk oleh para kyai ternama asal Jawa Timur yang digawangi oleh KH Wahab Chasbullah, sebelumnya para kiai pesantren telah mendirikan organisasi pergerakan Nahdlatul Wathon atau Kebangkitan Tanah Air pada 1916 M, serta Nahdlatut Tujjar atau Kebangkitan Saudagar pada 1918 M

Selain sejarah berdirinya NU, beliau juga menjelaskan tentang visi misi NU, Seperti

Visi Nahdlatul Ulama yaitu maju dalam presentasi santun dalam pekerti, terwujudnya generasi muslim Ahlussunnah Wal Jama'ah, cerdas, berkarakter, mandiri, dan berakhlaqul karimah.

Sebagai generasi Nahdlatul ulama kita Diajarkan untuk selalu bersikap tegak lurus.Tegak lurus yaitu tidak condong kekanan maupun ke kiri atau berlaku adil dan tidak berpihak kecuali pada yang benar. sikap Iktidal berkaitan erat dengan sikap Tawazun pendapat dari kiayi Haji Aqil Siraj menyatakan bahwa iktidal tegak lurus atau perokok aduh ini diaplikasikan dalam sikap kemasyarakatan yang selalu berlaku adil antara kelompok kaya dan kelompok miskin, antar kelompok minoritas maupun mayoritas, kemudian adalah ke terbentuknya sikap Gotongroyong dalam menegakkan keadilan

Kita juga dijelaskan mengenai Al-Muhafadzoh alal qomiimis sholih wal akhdzu bil jaidil aslah yaitu seperti satu kita di haruskan mampu menjaga tradisi dan ajaran para leluhur yang bagus dan mengambil hal yang baru yang lebih bagus, kedua menjaga tradisi dan budaya ketika berfikir Progresif dan berpikiran ke depan untuk kemaslahatan mental


Komentar

Postingan populer dari blog ini

Generasi Muda Berintegritas Anti Korupsi

Proses regristasi administrasi keuangan dan pembayaran Unusa

Mahasiswa Unusa Berintelektual dengan anti kekerasan seksual, anti perundungan menjadi remaja asyik tanpa usik